Recep Tayyip
Erdoğan
lahir
di Istanbul, Turki, 26 Februari 1954;
umur 64 tahun) adalah seorang politikus Turki yang
menjabat sebagai Presiden Turki sejak
2014. Sebelumnya, ia menjabat Perdana Menteri Turki sejak 14 Maret 2003 sampai 28 Agustus 2014.
Ia juga seorang pimpinan Adalet
ve Kalkınma Partisi (AKP, atau Partai Keadilan dan
Pembangunan). Pada tahun 2010, Erdoğan terpilih sebagai muslim 2 paling
berpengaruh di dunia.[5]
Erdoğan
terpilih sebagai Wali kota Istanbul dalam pemilu lokal pada 27 Maret
1994. Dia dipenjara pada 12 Desember 1997 karena puisinya yang bermasalah.
Setelah empat bulan di penjara, Erdoğan mendirikan Partai Keadilan dan
Pembangunan (Partai AK) pada tanggal 14 Agustus 2001. Dari tahun pertama,
Partai AK menjadi gerakan politik terbesar yang didukung publik di Turki. Pada
pemilihan umum tahun 2002, Partai AK memenangkan
dua pertiga kursi di parlemen, membentuk pemerintahan partai tunggal setelah 11
tahun.
Masa kecil hingga remaja
Erdoğan
lahir di Istanbul, tetapi dibesarkan di Rize pesisir Laut Hitam dan kembali ke Istanbul pada
usia sekitar 13 tahun dalam sebuah keluarga kelas menengah. Ayahnya adalah
seorang pelaut yang bertugas sebagai penjaga pantai di Angkatan Laut dan
berasal dari Rize.[6]
Ia belajar
di sekolah agama, Sekolah
Imam Hatip dan melanjutkan ke Universitas Marmara untuk
belajar ekonomi dan bisnis.[1]Erdoğan menjadi pemain sepak bola semi profesional pada usia 16
tahun, dan bekerja di perusahaan angkutan kota Istanbul.[1][7][8]
Ia terjun ke
dalam politik bersama Partai Keselamatan Nasional (Milli
Selâmet Partisi) yang Islamis, di bawah
pimpinan Necmettin
Erbakan dan kini telah dibubarkan.[9] Setelah kudeta militer pada 12 September 1980,
ia meninggalkan sepak bola dan bekerja di sektor swasta, dan pada 1982 menjalani wajib militer sebagai seorang perwira
dengan tugas khusus.[butuh
rujukan]
Karier politik
Setelah
kudeta 1980, semua partai politik dibubarkan, tetapi para bekas anggota Partai
Keselamatan Nasional kemudian mendirikan Partai
Kesejahteraan (Refah Partisi) setelah demokrasi
dipulihkan pada 1983. Pada 1985 Erdoğan
menjadi ketua Partai Kesejahteraan di Provinsi Istanbul dan ikut serta dalam
pemilihan wali kota untuk
wilayah kosmopolitan Beyoğlu di Istanbul
tengah dan sebagai calon untuk Majelis Agung
Nasional Turki beberapa kali pada akhir 1980-an.[butuh
rujukan]
Pada 1991,
Partai Kesejahteraan melampaui ambang 10% yang dibutuhkan untuk memperoleh
kursi untuk pertama kalinya di Majelis Agung Nasional, dan Erdoğan terpilih
sebagai anggota parlemen dari Provinsi Istanbul, meskipun kursi ini kemudian
dicabut oleh Komisi Pemilihan Pusat karena adanya sistem
pemilihan yang berlaku saat itu. Namun, dalam pemilu lokal
pada 27 Maret 1994,
Partai Kesejahteraan menjadi partai terbesar di Turki untuk pertama kalinya,
dan Erdoğan menjadi wali kota Istanbul Raya serta Presiden
dari Dewan Metropolitan Istanbul Raya.[10]
Sebagai wali
kota Istanbul, ia menjadi terkenal karena ia seorang administratur yang efektif
dan populis, membangun prasarana dan jalur-jalur transportasi Istanbul dan pada
saat yang sama memperindah kota itu. Dalam prosesnya ia menjadi politikus Turki
yang paling populer.[butuh
rujukan]
Prestasi
menonjolnya yang sulit dilupakan warga adalah keberhasilan pengadaan air bersih
untuk penduduk kota itu, penertiban bangunan, mengurangi kadar polusi dengan
melakukan aksi penanaman ribuan pohon di jalan-jalan kota, memerangi praktik
prostitusi liar dengan memberikan pekerjaan lebih terhormat kepada wanita muda,
dan melarang menyuguhkan minuman keras di tempat yang berada di bawah
kontrol Wali kota Istanbul.[11]
Ketika
mendeklarasikan Partai Keadilan Pembangunan (AKP: Adalet
ve Kalkinma Partisi) yang berhaluan Islam pada Agustus 2001,
ia mampu membawa partainya ibarat cahaya yang akan menerangi kegelapan.
Kemenangan partainya dalam pemilu 3 November2002 dengan
34,1 persen suara bukan secara otomatis menaikkan citra sebagai perdana
menteri. Wakil Ketua AKP Abdullah Gulyang ditunjuk oleh Presiden Ahmet Necdet Sezer.
Tetapi, setelah semua kasus yang menimpanya dianggap selesai dan disetujui
parlamen, ia kemudian menggantikan Abdullah Gül sebagai Perdana Menteri Turki.[12]
Pemilihan Presiden Turki 2014
Pada 10 Agustus 2014,
Turki menggelar pemilihan
presiden secara langsung untuk pertama kalinya setelah 91
tahun. Selama ini, Presiden Turki dipilih oleh parlemen. Terdapat tiga calon
yang maju dalam pemilihan presiden Turki 2014 ini. Perdana Menteri Turki
Erdoğan turut maju dalam pilpres. Dua calon lainnya adalah Ekmeleddin İhsanoğlu yang
merupakan Sekretaris Jenderal Organisasi
Konferensi Islam sejak 2005,
dan Selahattin
Demirtas yang merupakan politisi etnis Kurdi di Turki.[13]
Erdoğan
terpilih menjadi Presiden Turki ke-12
hasil pemilihan presiden Turki yang digelar pada 10 Agustus 2014.
Erdoğan memenangi pemilihan presiden dengan perolehan 52 persen mengalahkan dua
pesaingnya.[14]. Pada 28 Agustus, Erdoğan resmi dilantik menjadi
Presiden Turki ke-12. Ia dilantik di kantor kepresidenan di Ankara. Pelantikannya akan mengantarkan pada
era baru di Turki karena dia diperkirakan akan mendesak dibuatnya konstitusi
baru yang bisa menstransformasi negeri itu. Pengganti Erdogan pada kursi
perdana menteri adalah Menteri Luar Negeri Ahmet Davutoğlu.
Para kepala negara sejumlah negara Eropa Timur, Afrika, Asia Tengah, dan Timur
Tengah akan menghadiri pelantikan Erdogan, termasuk Presiden Ukraina Petro Poroshenko.[15]

Comments
Post a Comment